Sepenggal Cerita di Tepi Sungai Kapuas, Sanggau – SM3T Aceh 2012


Alhamdulillah Saya akhirnya tiba di Kalimantan Barat, tepatnya di kabupaten Sanggau setelah menempuh perjalanan panjang. Hari kamis tanggal 11 kawanku AM mengantarku ke Bandara SIM Blang Bintang Banda Aceh, kemudian disusul oleh keluargaku, ayah, ibu, kakak dan suami, adik dan keponakan, dan tanteku dan anaknya. Sekitar jam 9 saya sudah sampai di bandara SIM, rumah saya sangat dekat dengan Bandara dan hanya 5 menit sampai kesana. Setelah beberapa menit (hampir sejam) menunggu bapak-bapak panitia, akhirnya mereka tiba di Bandara SIM dan membagikan tiket pesawat kepada kami (Makacih).

Setelah mengurus-urus semua bagasi (yang kelebihan kilo terpaksa ngeluarin uang pribadi), kami siap di terbangkan ke Jakarta-Pontianak. Momen netesin air mata berpamitan ibu dan lain-lain berlangsung, lalu kami naik ke pesawat Lion Air. Jujur, saya masih seperti bermimpi saat itu karena ini kali pertama saya naik pesawat (Alhamdulillah Ya Allah, satu doa saya terkabul).

Sekitar jam 4 lebih kami tiba di Bandara Sukarno Hatta Jakarta untuk transit. Mau tidak mau, kami transit berjam-jam disana. Sempat naik pesawat menuju rute selanjutnya, kami diturunkan lagi karena kendala teknis. Akhirnya ketika mau terbang lagi namun lagi-lagi bermasalah, bahkan ada penumpang yang marah-marah saat itu. Jam 10 lewat sekian akhirnya kami terbang ke Pontianak. Jam 12 malam kami sampai di Pontianak dan sudah ditunggu Bis untuk dibawa ke Kota Sanggau. Malam yang begitu indah kami lewati dalam bis, makan dan tidur dalam perjalanan 6 jam itu melalui jalan-jalan yang kurang mulus.

Kami akhirnya sampai di Mess Pemda Kota Sanggau di pagi yang indah. Untuk kami, terasa aneh suasana pagi itu karena lebih cerah menurut kami. Selidik punya selidik, jarak waktu antara Aceh dan Pontianak hampir 1,5 jam (woww). Semua sudah bersiap-siap untuk  diangkut Angkot menuju Kantor Bupati Kota Sanggau yang sangat indah untuk upacara penyerahan peserta SM3T Aceh ke Kabupaten Sanggau.

Adegan pembagian daerah penempatan begitu cepat. Ada 1 sekolah dapat 1, atau 2, atau 3 peserta dan lain-lain, semua terasa begitu dramatis. Dalam hitungan jam kami berpisah dengan kawan-kawan tercinta. Malam itu, hanya tinggal 8 pejuang SM3T ( 5 lk, 3 pr) di Mess Pemda yang kokoh di tepi Sungai Kapuas.

Besok paginya, sepasang-sepasang pejuang dijemput oleh orang tua asuh/kepala sekolah, terakhir tinggallah 2 sisa pejuang SM3T disana (saya dan kawan di satu penempatan). Alhamdulillah, akhirnya kami dijemput juga oleh Kepala Sekolah setelah meminta ijin dan terima kasih kepada Abang penjaga Mess. Karena satu dan lain hal, kami masih di Kota Sanggau menikmati indahnya Kota dan cantiknya Sungai Kapuas menjelang detik-detik menuju tempat pengabdian kami sesungguhnya. Kami tidak sabar melewati lumpur, menaiki rakit untuk menjumpai anak didik kami di sekolah satu atap yang katanya  tidak ada listrik, sinyal, dan air bersih itu. Terimakasih kepada Bapak Kepala Sekolah dan keluarga. Kawan2 SM3T Aceh Unsyiah 2012, Tetap semangat, I Love U All.

Tulisan ini didedikasikan untuk pejuang SM3T 2012 sesungguhnya.

Baca Juga

Enak kah atau susah kah di Sekolahmu? – SM3T Aceh 2012

About safri4di

https://safri4di.wordpress.com

Posted on 16/10/2012, in SM3T Aceh and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: